Headlines News :
Home » » Warga Kampung Pulo Keberatan Pindah ke Rusun

Warga Kampung Pulo Keberatan Pindah ke Rusun

Written By JMI Media Online on Jumat, 02 November 2012 | 22.15

Fabian Januarius Kuwado Hujan deras yang mengguyur wilayah Puncak, Jawa Barat, Minggu malam, mengakibatkan volume air di Kali Ciliwung meningkat. Seperti biasa, daerah Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, pun tergenang luapan air kali tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjadi daerah langganan banjir tidak membuat warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tergiur untuk pindah. Jika ditanya, hampir seluruh warga setempat menolak untuk pindah dari kampung yang kerap disebut kampung banjir tersebut.

"Kurang setuju saja. Kurang cocoklah kalo ke rumah susun, enggak nyaman aja kayaknya," ujar Mut (49), warga RT 03 RW 03, Kampung Pulo, Senin (22/10/2012).

Menurut wanita yang telah tinggal di Kampung Pulo seumur hidupnya itu, beragam bayangan ketidaknyamanan menghantui benaknya jika ia beserta keluarga tinggal di rumah susun. Mulai mengubah pola kehidupan, bahaya kebakaran, hingga kebocoran instalasi saluran air.

Hal senada diungkapkan Dewi (27). Menurut ibu tiga anak itu, ia sebenarnya sudah tak tahan dengan banjir yang terus-terusan melanda kampung kelahirannya. Namun, dengan tegas ia menolak untuk direlokasi ke rumah susun, sesuai dengan program gubernur-wakil gubernur DKI terpilih.

"Kita kan punya anak kecil, ribet. (Bagus) kalau kita dapat yang bawah, nah kalau kita dapat yang atas? Mending tinggal di sini ajalah," ujarnya.

Bagi warga lain, Nurdi (52), pada dasarnya, ia mengikuti saja apa program dari pemerintah. Namun, warga RT 04 RW 03, Kampung Pulo, yang berkediaman persis di pinggir Kali Ciliwung tersebut ragu bisa beraktivitas dengan nyaman seandainya pindah ke rumah susun.

"Saya kan jahit tiap hari, langganan sudah banyak. Belum terbayang aja kalau pindah ke rumah susun. Tapi, asal ada perubahan sajalah," ujarnya.

Jadi, apa langkah ibu atau bapak agar terhindar dari musibah banjir yang terjadi tiap tahun? Hampir semuanya kompak menjawab, "Pasrah dan memilih bertahan di lantai dua rumah."

Hingga kapan? Semuanya pun tak tahu pasti.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Edited By : Abib Visual
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Koran Jurnal Media Indonesia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template